Dapatkan Seputar Berita Bisnis dan Keuangan Yang Paling Update

Ide Mendapatkan Penghasilan Tambahan

Setiap orang yang telah menyelesaikan masa kuliahnya pasti ingin segera mendapatkan pekerjaan.

Karena dengan bekerja,  diharapkan mendapatkan gaji tiap bulannya.

Gaji tersebut digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan pribadi maupun keluarga.

Seiring dengan peningkatan harga barang dan peningkatan gaya hidup, maka rasanya gaji yang diterima tidak cukup lagi untuk memenuhi kebutuhan terutama bagi Anda yang sudah memiliki keluarga.

Untuk mengatasi masalah ini, tidak sedikit orang yang mulai berpikir untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Dengan memiliki penghasilan tambahan diharapkan dapat menjamin kesejahteraan keluarga.

Memang sih dengan memiliki penghasilan tambahan bukan satu-satunya kunci kesejahteraan keluarga, namun yang terpenting adalah bagaimana Anda mengelolanya.

Berapapun besarnya penghasilan dalam keluarga Anda, kalau tidak bisa mengelolanya dengan baik, maka kesejahteraan tidak akan bisa Anda raih.

Namun demikian, apakah Anda sebaiknya tidak usah menambah penghasilan dalam keluarga Anda?

Tidak juga. Penghasilan yang besar memang tidak menjamin bahwa keluarga Anda bisa mencapai kesejahteraan keuangan, tapi penghasilan yang besar bisa membantu keluarga Anda mencapai kesejahteraan.

Intinya Kemauan

Mencari penghasilan tambahan sebetulnya tidak sulit.

Yang penting Anda punya kemauan. Bila Anda tidak memiliki kemauan untuk mau mendapatkan penghasilan tambahan, maka cara apa pun yang ditunjukkan kepada Anda akan sulit Anda terima.

Jadi, semua berawal dari kemauan. Jika memang tidak ada kemauan, keadaan Anda tetap seperti sekarang. Tapi bila Anda memang mau, berikut ada sejumlah cara untuk menambah penghasilan dalam keluarga Anda:

1. Bekerja sebagai karyawan
2. Bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian
3. Menjalankan usaha sampingan
4. Berinvestasi

Menjadi Karyawan suatu Perusahaan

Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan bekerja di sebuah perusahaan. Anda bisa bekerja sebagai seorang sekretaris, karyawan bagian pembukuan, administrasi, atau apa pun itu. Yang penting, Anda mendapatkan gaji.

Atau, kalau misalnya pada saat ini Anda sudah bekerja sebagai seorang karyawan, mungkin Anda bisa menjadi karyawan juga di tempat lain. Jadi Anda mendapatkan dua gaji.

Bekerja sebagai karyawan memang enak, karena Anda tinggal datang, bekerja, dan pada akhir bulan mendapatkan gaji. Anda cuma perlu menuruti aturan jam kerjanya saja. Namun kalau Anda tidak bekerja, Anda tidak akan mendapatkan gaji.

Itulah sebabnya banyak orang yang sudah berusia 50 – 60 tahun tetapi masih tetap bekerja sebagai karyawan karena takut tidak mendapatkan gaji lagi bila dia tidak bekerja.

Menjalankan Usaha Sampingan

Kenapa Anda tidak mencoba menjalankan sebuah usaha sampingan? Anda bisa membuka toko atau warung. Anda bisa buka biro jasa yang menjual segala macam jasa. Mungkin juga sebuah usaha jahitan. Kenapa Anda tidak mencobanya? Usaha sampingan bisa Anda kerjakan seusai jam kerja kantor atau perusahaan Anda.

Yang penting di sini, usaha sampingan tersebut suatu saat kelak bisa Anda serahkan pengelolaannya kepada anak buah yang Anda percayai, sehingga Anda tidak perlu terlibat terus di dalamnya seumur hidup Anda.

Toko misalnya. Anda mungkin bisa membuka sebuah toko yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Setelah beberapa bulan, Anda bisa menyerahkan pengelolaannya kepada anak buah Anda (yang Anda gaji tentunya), disatu sisi Anda tetap mendapatkan gaji dari kantor atau perusahaan, disisi yang lain Anda tetap mendapatkan hasil keuntungan dari toko tersebut tiap bulannya.

Berwirausaha dengan Mengandalkan Keahlian

Kalau Anda punya keahlian khusus, Anda bisa bekerja dan mendapatkan honor dari situ. Mungkin Anda pandai berbahasa asing, misalnya bahasa Inggris atau bahasa Mandarin. Kenapa tidak membuka kursus bahasa Inggris atau bahasa Mandarin saja, atau buka les privat dimana Anda datang ke rumah klien Anda. Jika Anda mahir memperbaiki handpone, buka saja service HP, dan lain sebagainya.

Bekerja sendiri harus dibedakan dengan bekerja sebagai karyawan. Sebagai karyawan Anda mendapatkan gaji, sedangkan di sini Anda tidak mendapatkan gaji, tetapi mendapatkan honor. Contoh mereka yang bekerja dengan mengandalkan keahlian dan mendapatkan honor pada umumnya adalah artis yang main sinetron, atau dokter dan arsitek yang membuka praktek sendiri dengan mendapat bayaran dari pasien atau kliennya.

Kalau Anda perhatikan, sebetulnya hampir setiap orang punya keahlian atau keterampilan khusus yang bisa dijual. Masalahnya di sini adalah apakah Anda berani menjadikan keahlian atau keterampilan yang Anda miliki itu untuk bisa dijual kepada orang lain?

Kelebihan bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian adalah bahwa Anda akan mendapatkan penghasilan yang memang sesuai dengan keahlian Anda. Artinya, Anda akan termotivasi untuk lebih memperdalam keahlian Anda sehingga akan mendapatkan bayaran yang lebih. Kekurangannya adalah, kalau Anda tidak bekerja (absen), Anda tidak akan mendapatkan bayaran.
Mungkin Anda berpikir bahwa untuk bisa berhasil dalam usaha perlu modal uang yang cukup besar. Tapi Anda boleh tidak percaya, kesuksesan sebuah usaha seringkali tidak tergantung pada besarnya modal Anda. Silakan toleh di sekeliling Anda, ada banyak orang yang berhasil dalam usahanya dengan modal yang hanya sedikit. Yang paling penting di sini adalah ide.

Ada memang beberapa usaha yang membutuhkan modal awal yang cukup besar, tapi banyak juga bidang usaha yang tidak membutuhkan modal awal yang terlalu besar. Yang paling penting di sini adalah bagaimana Anda bisa “mengakali” jumlah uang yang Anda miliki sekarang agar cukup untuk bisa menjalankan ide bisnis di kepala Anda. Dengan menjalankan sebuah usaha, Anda otomatis lebih terlatih untuk bisa mandiri dan bertahan hidup. Itulah yang menjadi salah satu kelebihan lain dari menjalankan usaha sendiri.

Berinvestasi

Anda punya uang berlebih? Kenapa tidak menginvestasikannya saja? Jika Anda punya Rp 10 juta, mungkin itu bisa Anda depositokan. Anda akan dapat bunga, dan bunga itulah tambahan penghasilan Anda.

Anda punya barang yang tidak Anda pakai? Perabot misalnya? Kenapa Anda tidak menjualnya dan menginvestasikan uangnya dengan membeli emas, misalnya. Setelah beberapa tahun, mudah-mudahan saja harga emas itu naik. Nah, selisih kenaikan harga itu adalah tambahan penghasilan bagi Anda.

Bagi Anda yang masih lajang (tidak punya tanggungan) dan tinggal di rumah sendiri, apalagi rumah Anda agak besar, kenapa Anda tidak menyewakan satu dua kamar di antaranya untuk dijadikan kos-kosan ? Anda akan dapat pemasukan tambahan dari uang kosnya, kan?


Add Your Comment

* Indicates Required Field

Your email address will not be published.

*